Kokou no Hana to Yobareru Eikoku Bishoujo, Gimai ni Nattara Fukiyou ni Amaete Kita Volume 3 Prolog


“Ugh... sudah pagi lagi...?” (Sophia)

Terbangun oleh suara alarm ponselku, aku perlahan membuka mata.

Seminggu telah berlalu sejak pertandingan yang menentukan apakah aku bisa masuk ke klub, dan hari ini adalah hari yang sudah lama kutunggu-tunggu, hari ketika aku resmi bergabung.

Meski begitu, aku sama sekali tidak bisa merasa sepenuhnya bahagia.

“Akhirnya hari ini tiba... tapi aku masih tidak tahu harus bersikap bagaimana di depan Kento-kun...” (Sophia)

Ya, meskipun sudah seminggu berlalu sejak saat itu, hubunganku dengan Kento-kun justru menjadi canggung.

Penyebabnya adalah... ada peraturan di klub bisbol yang melarang hubungan asmara antarsesama anggota klub.

“Huh! Huh! Kenapa sih, padahal sekarang aku punya lebih banyak waktu untuk bersama dengannya, tapi semuanya malah jadi semakin rumit? Aku bahkan tidak bisa bicara dengannya dengan normal!” (Sophia)

Aku mengembungkan pipi lalu membenturkan kepala ke bantal, melampiaskan rasa frustrasiku.

Kalau sampai ada yang tahu bahwa aku menyukai Kento-kun, itu pasti akan merepotkannya.

Yang lebih buruk lagi, kalau Kento-kun sampai menyadari perasaanku, bisa jadi dia akan mulai menghindariku.

Karena itu, aku harus memastikan Kento-kun maupun orang lain tidak mengetahui perasaanku. Masalahnya, aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya.

Tidak, sebenarnya ada satu cara yang bisa kulakukan.

Aku bisa bersikap dingin kepadanya dan menjaga jarak, sama seperti dulu.

Tapi itu pasti akan membuatnya membenciku.

Belum lagi, setelah semua yang Kento-kun lakukan agar aku bisa bergabung dengan klub, itu sama saja seperti membalas kebaikannya dengan pengkhianatan.

Sebesar apa pun keinginanku untuk menyembunyikan perasaanku, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika melakukan hal seperti itu.

Bahkan, kalau harus sampai sejauh itu, lebih baik aku keluar dari klub saja.

Tentu saja, aku sama sekali tidak berniat bersikap dingin kepadanya.

Dan begitulah, tanpa menemukan jawaban apa pun, hari ini pun tiba.

“Mulai hari ini kami akan berlatih bersama... tapi bagaimana aku harus bersikap di depan semua orang...?” (Sophia)

Sekarang aku bahkan sudah tidak bisa mengobrol dengannya dengan normal saat di rumah.

Akibatnya, akhir-akhir ini aku juga tidak mendapatkan usapan kepala seperti biasanya sebagai hadiah, dan rasanya semua hal terus berjalan semakin buruk.

“Andai saja ada cara agar tidak ada yang salah paham dengan perasaanku, atau mengira kami sedang berpacaran...” (Sophia)

Kalau memang ada solusi semudah itu, tentu saja aku tidak akan sesulit ini menghadapinya.

Terhubung dengan LexiNovel

Ikuti update chapter dan komunitas LexiNovel.

Komentar

🤏
Aa