Suatu hari, aku ditampung oleh seorang wanita cantik.
Kalau aku mengatakan itu, aku yakin yang kudapat adalah tanggapan seperti, "Lelucon bodoh macam apa itu?" atau "Halusinasi perjaka ini makin parah saja." Tapi aku ingin kalian percaya padaku, karena itu bukan kebohongan, bukan mimpi, dan bukan pula khayalan.
Suatu hari, ayahku yang bekerja sebagai koresponden perang menghilang di wilayah perang.
Akibatnya, aku dipecat dari pekerjaan paruh waktuku di sebuah minimarket, dan karena ayahku juga sudah lama tidak membayar uang sewa apartemen, aku diusir secara paksa hingga kehilangan pekerjaan sekaligus tempat tinggal.
Bahkan kalau kupikirkan kembali sekarang, aku sendiri harus mengakui kalau situasiku saat itu benar-benar menyedihkan...
Aku kebingungan di sebuah taman, bertanya-tanya apa yang harus kulakukan selanjutnya.
Saat itulah Shijou Saori-san, Onee-san cantik yang setiap hari datang ke minimarket, menghampiriku.
Setelah mengetahui keadaanku, dia membujukku dan mengajakku ke apartemennya. Awalnya aku hanya berniat menginap satu malam... tetapi apartemennya benar-benar berantakan. Saking berantakannya, bahkan seorang asisten rumah tangga pun pasti akan kabur sambil menjerit.
Dengan syarat aku mengurus pekerjaan rumah untuknya, karena dia sama sekali tidak memiliki kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari, aku diizinkan tinggal di tempatnya untuk sementara waktu. Begitulah kehidupan kami bersama dimulai.
Kalau berada dalam situasi seperti itu, remaja laki-laki mana yang tidak akan memiliki berbagai macam harapan?
Namun kenyataannya, hari-hariku setelah itu sama sekali tidak mudah.
Begitu dia tahu kalau aku sangat berbakat dalam urusan pekerjaan rumah, dia mati-matian berusaha membujukku agar menjadi suami rumah tangganya dengan berkata, "Aku akan menghidupimu!" dan "Kau tidak perlu bekerja seumur hidup, lho?"
Kalau hanya itu mungkin masih mending, tetapi kemudian Akane-san, polisi yang selalu membantuku, mulai mencurigai hubungan kami dan mengikuti kami diam-diam.
Pada akhirnya, kami tidak bisa menyembunyikannya lagi, dan Saori-san ditangkap atas dugaan menculik anak di bawah umur.
Dia akhirnya dibebaskan dengan selamat karena sebelumnya sudah mulai mengurus dokumen untuk menjadi wali resmiku... tetapi benar juga kata orang, masalah selalu datang bertubi-tubi. Kali ini, agensi tempatnya bernaung mengetahui semuanya.
Igarashi Chika-san, presiden agensi bakat "Second House", tempat Saori-san bernaung.
Tentu saja aku mengira Chika-san, yang tidak menyetujui hubungan kami, akan menyuruh kami tinggal terpisah. Namun entah kenapa, dia justru merekrutku untuk menjadi manajer Saori-san.
Setelah itu, aku dan Saori-san pergi berlibur, lalu akhirnya memang diminta untuk tinggal terpisah... Ada segunung masalah dan banyak lika-liku yang harus kami lalui, tetapi pada akhirnya semuanya berhasil diselesaikan setelah aku setuju menjadi manajernya.
Semua itu terjadi hanya dalam waktu dua bulan sejak kami mulai tinggal bersama.
Aku harap kalian bisa mengerti betapa beratnya semua itu bagiku.
Dan akhirnya, kami pun bisa mulai menjalani kehidupan yang lebih tenang, tetapi...
Berbanding terbalik dengan keadaan kami yang damai, hatiku justru dipenuhi kegelisahan.
"Aku menyukaimu, Eita-kun..."
Itulah kata-kata yang dia ucapkan kepadaku di taman pada malam hari, dengan air mata menggenang di matanya.
Pengakuan cinta itu membawa perubahan yang jelas di antara kami.
Sejak saat itu, kami berdua memang tidak pernah lagi membahas pengakuan tersebut, tetapi aku tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa suasana di antara kami kini terasa sangat berbeda.
Bagaimana seharusnya aku menjawab perasaannya?
Tanpa menemukan jawabannya, aku memulai hari-hariku sebagai manajernya, tetapi...
Memang benar kata orang, kemalangan tidak datang sendirian.
Benar saja, kehidupan kami yang tinggal bersama seolah terus mengundang masalah baru satu demi satu... Sampai-sampai sekarang aku mulai ingin mengutuk nasibku sendiri.
Dan begitulah, aku pun dipaksa untuk membuat sebuah keputusan baru.