Lama tidak berjumpa, saya Takuya Hanamiya.
Terima kasih banyak karena telah mengambil Volume 2 dari 『Menhera Ga Ai Tsuma Apron Ni Kigaetara』.
Juga, untuk semua orang yang mengunggah laporan pembelian atau kesan mereka terhadap Volume 1 di Twitter, blog, toko online, dan tempat lainnya, sungguh, terima kasih banyak.
Saya ini tipe penulis yang tidak pernah memakai situs unggahan novel dan hanya terus mengirimkan karya ke berbagai penghargaan sastra, jadi belakangan ini saya benar-benar menikmati kebahagiaan karena karya saya bisa dibaca orang setiap hari.
Saya juga masih sangat terbuka untuk laporan pembelian, kesan, fan art, surat, dan semacamnya, jadi kalau kalian menyukai seri ini, jangan ragu untuk membagikannya dan terus mendukungnya!
Ngomong-ngomong, ini tidak sempat saya sebutkan di Volume 1, tapi singkatan resmi untuk karya ini adalah 『メンたら』 (Men-tara).
Men-tara... enak diucapkan, dan entah kenapa terdengar sangat lezat, bukan?
Sebagai tambahan, singkatan ini diputuskan setelah saya mendiskusikannya lewat email dengan editor saya, tapi hal pertama yang muncul di kepala saya justru camilan keju itu.
Pokoknya, kalau kalian menulis kesan atau ulasan tentang seri ini, saya akan sangat senang kalau kalian memakai singkatan itu. Saya berharap itu bisa membantu karya ini semakin dikenal banyak orang.
Saya menulis afterword ini di akhir bulan Maret, tapi waktu sejak perilisan Volume 1 terasa berjalan tidak masuk akal cepatnya.
Jadwal penerbitan light novel bergerak jauh lebih cepat dari yang saya bayangkan, dan karena saya penulis yang lambat, setiap hari saya terus berhadapan dengan naskah sambil megap-megap kelelahan.
Meski begitu, membuat cerita tetaplah sesuatu yang luar biasa menyenangkan.
Bahkan di tengah pekerjaan yang berat, ada rasa puas yang sangat nyata, dan saat naskah akhirnya selesai, rasanya benar-benar seperti euforia. Lalu setelah itu menikmati camilan keju itu sambil minum bir? Enaknya benar-benar luar biasa.
Tapi salah satu kebiasaan buruk saya adalah, kalau sudah terlalu larut dalam pekerjaan, saya benar-benar kehilangan rasa waktu dan sering begadang jauh lebih lama daripada yang saya rencanakan.
Resolusi tahun baru saya sebenarnya adalah “tidur cepat, bangun pagi, makan sarapan,” tapi sekarang jam sarapan saya malah sudah sama dengan jam makan siang.
Sejak debut, saya beberapa kali punya kesempatan untuk menyapa para penulis senior, dan saya sudah mendengar kalimat “kesehatan adalah yang utama bagi penulis” entah berapa kali.
Kalau saya ingin terus bekerja sebagai penulis dalam jangka panjang, mulai April saya ingin benar-benar memperbaiki pola tidur saya, bangun lebih pagi, dan benar-benar makan sarapan.
Meski begitu, sekeras apa pun saya memikirkan soal kesehatan, begitu sudah tahu seenaknya cup ramen di jam dua pagi, rasanya mustahil mengubah kebiasaan makan untuk waktu yang cukup lama ke depan...
Seperti yang saya tulis di afterword volume sebelumnya, dengan terbitnya volume ini, akhirnya saya berhasil menyelesaikan “isi setara satu volume penuh.”
Saya cukup kesulitan memastikan ceritanya tidak terlalu melenceng dari genre “komedi romantis” yang khas light novel, tapi bagaimana menurut kalian cerita di Volume 2 ini?
Secara pribadi, saya menganggap “menhera” itu adalah kategori yang sangat luas. Pergulatan batin orang, cara mereka menjadi “gelap,” semuanya berbeda-beda, dan cara orang memandang “menhera” pun berbeda bagi tiap orang.
Saya mulai menulis karya ini dengan harapan bisa sedikit saja mengurangi prasangka yang dimiliki masyarakat terhadap menhera.
Saya akan senang kalau kalian bisa melihat heroine dari cerita ini, Kotosaka Shizune, sebagai salah satu contoh kecil dari kategori yang luas itu.
Selama kita masih hidup, kekhawatiran tidak akan pernah benar-benar berakhir. Hal yang terasa sangat berat bagiku mungkin terlihat sepele bagi orang lain.
Pada akhirnya, satu-satunya orang yang benar-benar bisa memahami rasa sakit dari kekhawatiranmu adalah dirimu sendiri. Tapi di suatu tempat, pasti selalu ada seseorang yang mau berusaha memahami rasa sakit itu dan tetap berada di sisimu.
Kalau suatu hari kalian bertemu orang seperti itu, tolong hargai mereka selamanya. Dan kalau justru orang itu yang sedang memikul kekhawatiran, tolong jadilah orang yang berdiri di sisinya.
Saat menulis karya ini, saya kembali percaya bahwa beginilah caranya manusia benar-benar bisa membangun kepercayaan satu sama lain.
Sekarang, ucapan terima kasih.
Pertama, untuk editor saya, Nakada-san. Terima kasih karena sekali lagi telah menghadapi karya ini dengan tulus setelah Volume 1. Saya berharap bisa terus bekerja sama dengan Anda ke depannya.
Berikutnya, untuk ilustrator Nardack-san. Terima kasih banyak karena kembali menangani ilustrasi untuk volume ini. Ilustrasi sampul Shizune benar-benar luar biasa imut.
Untuk semua pihak yang terlibat dalam penerbitan buku ini, terima kasih karena telah mendukung penulis yang masih minim pengalaman seperti saya dari segala arah. Saya harap ke depannya saya masih bisa terus bekerja bersama kalian semua.
Dan terakhir, kepada seluruh pembaca yang telah mengambil novel ini, fakta bahwa Volume 2 bisa terbit dengan selamat sepenuhnya berkat dukungan kalian. Terima kasih banyak.
Saya sungguh berharap kita bisa bertemu lagi seperti ini di masa depan.
Takuya Hanamiya