Malam hari, di ruang keluarga keluarga Usami,
"Hnnnnngh! Hnnnnngh! Hnnnnngh!"
Chikage sedang melakukan push-up dengan ekspresi putus asa.
"Chii-chan, kamu sedang berolahraga?"
"Demi musim panas...! Sasarannya...! Diet-dietan!"
"...Kenapa pakai bentuk jamak?"
Chikage ambruk dengan wajah merah padam.
Hikari duduk di sofa di sebelahnya dan dengan santai mulai memakan camilan Karikari-kun rasa soda yang biasa dimakan setelah mandi.
"Hei! Jangan makan es krim di depan orang yang sedang diet!"
"Orang yang sedang diet, ya..."
Hikari tersenyum sambil menyodorkan Karikari-kun yang dipegangnya kepada Chikage.
"Mau mencicipi sedikit? Nih, aaah~"
"Okeee♪ Aaah~ Tunggu, tidak! Kataku jangan!"
"Oh, akal sehatnya baru menang di detik terakhir..."

"Karena semua ini demi cinta Sakuto-kun!"
"...Maksudnya?"
Chikage kemudian dengan lancar menyerahkan edisi khusus majalah mode wanita 『amam』 kepada Hikari.
"【Rahasia Membentuk Tubuh Idaman yang Membuatnya Terpikat】?"
"Hehe! Dengan ini, aku seharusnya bisa mendapatkan TUBUH SEMPURNA saat musim panas tiba!"
"Ah, begitu... tapi sekarang sudah musim panas. Dan yang lebih penting, pelafalan bahasa Inggrismu bagus sekali, ya...?"
"Hii-chan, kamu juga harus berlatih... Ugh..."
Chikage tanpa sadar mengerang saat melihat Hikari yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Hikari mengenakan kamisol dan celana pendek, tetapi rambutnya yang basah, kulitnya yang lembut dan merona, serta rona kemerahan yang menyelimuti seluruh tubuhnya tampak begitu menggoda hingga Chikage tanpa sadar menelan ludah.
Meski mengaku tidak pernah berolahraga, tubuh Hikari begitu kencang dengan lekuk tubuh yang sempurna di tempat yang tepat.
Sulit dipercaya mereka adalah saudara kembar, karena TUBUH Hikari sekali lagi SEMPURNA hari ini.
"Kenapa... di bagian mana genku berbeda dari Hii-chan..."
"...Maksudnya?"
Saat Chikage duduk lesu dengan kedua tangan di lantai, Hikari dengan santai mengamati tubuhnya.
Padahal tanpa perlu berolahraga sekalipun, proporsi tubuh Chikage tampak sempurna.
Ukuran dadanya satu tingkat lebih besar daripada milik Hikari. Meskipun tubuhnya berisi, dia sama sekali tidak bisa dibilang gemuk.
Chikage hanya kurang percaya diri.
Justru Hikari berpikir bahwa mungkin dirinyalah yang kelebihan berat badan, mengingat kancing bajunya baru-baru ini sampai terlepas.
"Ngomong-ngomong, waktu istirahat makan siang tadi, kamu hampir berciuman dengan Sakuto-kun, kan?"
Chikage langsung mendongakkan kepala karena terkejut.
"Kamu mulai berani macam-macam saat aku tidak ada, ya?"
"Itu cuma terjadi karena suasananya saja!"
"Karena suasananya? Aku cuma melihat sebagian, jadi penasaran. Ceritakan, dong."
Chikage tiba-tiba teringat.
"Jantungku sampai berdebar saat dia berkata, 『Aku akan melindungimu dengan segenap kemampuanku!』..."
Padahal, Sakuto tidak mengatakan hal itu sepanjang itu. Separuhnya hanyalah khayalan Chikage sendiri tentang Sakuto.
"Apa!? Sakuto-kun benar-benar mengatakan itu!? Dia tidak pernah mengatakan hal seperti itu kepadaku!"
"Kan? Awalnya aku juga terkejut..."
Kalau Sakuto ada di sini, mungkin dialah yang akan paling terkejut.
"Apa lagi, apa lagi!?"
"Selebihnya terjadi begitu saja... Ah, memikirkannya saja sudah membuatku malu sekali~~~~!"
"Chii-chan! Ini penting!"
Saat Chikage merona merah padam karena malu, Hikari dengan bersemangat menggerak-gerakkan tangannya di sampingnya.
"Um, lalu dari tempat Hii-chan mengintip... kami saling menatap mata..."
"Iya, iya?"
"Lalu saat kami mendekatkan wajah..."
"Lalu, lalu!?"
"...Hii-chan mengganggu kami."
Melihat kesedihan di mata Chikage, wajah Hikari langsung sepucat Karikari-kun.
"...Maaf banget."
"...Hmm."
"...Bagaimana kalau kita makan es krim?"
"...Hmm. Eh, stiknya dapat hadiah."